Scars are tattoos
with better stories.

Personal Stories

"KANKER MEMBAWA PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BAIK"
Fertina Tarasari Yulianti, 39 tahun
Survivor (1 tahun)

Ketika saya pertama kali merasakan adanya benjolan di payudara kanan saya, tanpa menunda saya langsung memeriksakannya ke dokter spesialis atas referensi teman saya. Setelah melalui pemeriksaan USG payudara, mammogram dan biopsi, pada tanggal 15 Maret 2012 saya dinyatakan mengidap kanker payudara stadium 2. Di mana pada saat itu ukuran tumor saya sebesar 3,8 cm.

Saat membaca hasil biopsi yang menyatakan bahwa benjolan di payudara kanan saya merupakan jenis tumor ganas/ kanker, saya merasa sedih dan takut bahwa penyakit ini akan merenggut kehidupan saya. Di malam hari, saya melihat suami dan anak-anak saya sedang tidur dan saya bertekad untuk melawan penyakit ini, saya ingin menemani mereka, orang-orang yang saya sangat cintai. Saya tidak akan menyerah hanya oleh penyakit yang bernama kanker ini.

Saya tidak mau mengizinkan kanker ini merenggut saya dari orang-orang yang saya cintai, dan saya tidak akan mengecewakan mereka.

Dan sekarang saya beranggapan bahwa kanker bukanlah merupakan suatu hukuman dari Tuhan kepada saya, namun merupakan hadiah dari Tuhan yang diberikan kepada saya. Banyak hal indah yang sebelumnya tidak saya hargai dalam hidup, namun setelah saya mengidap kanker, saya baru menyadari bahwa terlalu banyak hal indah di dalam hidup saya. Saya menjadi lebih bersyukur atas setiap hal yang terjadi dalam hidup ini…

Melewati semua proses penyembuhan… operasi pengangkatan payudara kanan saya dan 16 kali kemoterapi, saya akui merupakan hal yang berat untuk dilalui. Rasa sakit, rasa tidak percaya diri karena hanya memiliki satu payudara dan tanpa rambut, biaya pengobatan yang besar, serta pertanyaan yang selalui menghantui “apakah saya akan terbebas dari kanker?” merupakan hal yang saya selalu rasakan di masa itu…

Satu hal yang saya pikirkan ketika perasaan itu timbul adalah anak-anak saya memerlukan seorang ibu… ibu untuk mengurus dan membimbingnya hingga dewasa… Dan saya tidak akan mengizinkan kanker memisahkan saya dengan anak-anak saya….

Selain itu dukungan dan motivasi yang selalu diberikan oleh suami say amat sangat berarti bagi saya untuk tetap semangat melewati segala proses penyembuhan ini.

Kanker dalam diri saya merupakan “turning point” untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Perubahan gaya hidup dan mindset … menjaga makanan, olahraga, menghindari stres dengan bersyukur selalu atas nikmat yang diberikan Tuhan, dan menghargai setiap detik dalam hidup, membuat saya merasa lebih sehat dan lebih bahagia dari sebelumnya.

Semoga Tuhan mengijinkan saya untuk terbebas dari kanker selamanya. Bagi para wanita yang terdiagnosa kanker payudara, jangan menyerah, tetap semangat melalui segala proses penyembuhan untuk kita persembahkan kepada orang-orang yang kita cintai.