Scars are tattoos
with better stories.

Tips & Advices

MENGELOLA RASA SAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGOBATAN

Bagian ini membahas pain management yang berhubungan dengan pengobatan kanker payudara.

Rasa sakit yang berhubungan dengan pengobatan


Bagi kebanyakan orang, rasa sakit manapun dari pengobatan kanker payudara adalah bersifat sementara dan akan hilang setelah pengobatan berakhir. Beberapa orang, meskipun demikian, dapat merasakan rasa sakit dan nyeri untuk waktu yang lebih lama.


Apa itu pain management?

Tujuan dari pain management (manajemen rasa nyeri) adalah untuk lebih mengontrol rasa sakit dan nyeri dengan terapi seminim mungkin (untuk membatasi efek samping).


Kapan pain management menjadi penting?

Kemampuan untuk mengendalikan rasa sakit dan nyeri selalu penting. Sepanjang perawatan anda, anda tidak perlu ragu memberitahu penyedia layanan kesehatan anda tentang rasa sakit atau ketidaknyamanan manapun yang anda rasakan.

Rasa sakit dan nyeri tidaklah sama pada setiap orang. Orang-orang yang menjalankan terapi yang serupa dapat bereaksi secara berbeda, dimana beberapa merasakan sakit yang lebih daripada lainnya.

Anda tidak boleh pernah berpikir bahwa rasa sakit dan nyeri adalah sebagian dari pengobatan anda dan anda harus kuat dan menahannya.Bahkan ketika rasa sakit tersebut ringan, hal itu dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan membuat efek samping lainnya, seperti kelelahan, menjadi tampak lebih buruk. Beritahu penyedia layanan kesehatan anda tentang rasa sakit atau rasa tidak nyaman manapun yang anda rasakan.

Rasa sakit dan nyeri biasanya lebih mudah untuk diatasi ketika pertama kali anda merasakannya. Menunggu hingga rasa sakit dan nyeri itu menjadi parah sebelum mencari bantuan akan membuat lebih sulit untuk mengontrol dan mungkin memerlukan pengobatan lebih. Itulah mengapa sangat penting untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan anda tentang rasa sakit dan nyeri yang anda rasakan. Terkadang, rencana pengobatan dapat dirubah untuk mengurangi efek samping yang menyakitkan.


Rasa sakit yang berhubungan dengan operasi

Anda mungkin merasakan rasa sakit setelah operasi kanker payudara (lumpektomi, mastektomi atau rekonstruksi payudara). Bagi kebanyakan orang, rasa sakit ini bersifat sementara

Nyeri setelah operasi biasanya dikarenakan cedera pada kulit atau otot. Hal ini bisa diobatai dengan obat ringan penghilang rasa sakit seperti ibuprofen (misalnya Advil atau Motrin) atau acetaminophen (Tylenol). Walaupun anda dapat memperoleh obta-obatan ini tanpa resep, cek dengan penyedia layanan

kesehatan anda sebelum meminumnya karena mereka dapat mengganggu kemoterapi atau pengobatan lainnya. Mungkin ada alasan medis lain sehingga anda tidak boleh mengkonsumsinya.

Untuk rasa sakit yang lebih parah, penyedia layanan kesehatan anda dapat meresepkan opioids (seperti hydrocodone atau oxycodone).

Terdapat banyak metode non-obat untuk meringankan rasa sakit. Ini

Terdapat banyak metode non-obat untuk meringankan rasa sakit. Ini termasuk terapi fisik, akupuntur, teknik relaksasi, terapi pijat, terapi panas dan dingin, yoga dan guided imagery (tamsil kendali).

Axillary dissection (diseksi aksila)

Rasa sakit dan nyeri lebih mungkin terjadi ketika operasi payudara termasuk didalamnya pengangkatan kelenjar getah bening pada area ketiak (axillary dissection atau diseksi aksila). Duapuluh lima hingga 70 persen perempuan memiliki tingkat rasa sakit yang mengikuti diseksi aksila.

Secara umum, lebih banyak kelenjar getah bening yang diangkat, lebih besar rasa sakit yang anda rasakan.

Nerve pain (nyeri saraf)

Sekitar 25 persen perempuan, saraf-saraf disekitar jaringan terluka selama operasi payudara. Hal ini dapat menyebabkan rasa terbakar atau rasa sakit seperti tertembak secara terus menerus di daerah bekas luka bedah dan/atau area ketiak pada sisi yang terkena dampak.

Perempuan yang memiliki port-a-cath atau Hickman catheter yang dimasukkan dalam rangka kemoterapi dapat merasakan rasa sakut yang serupa disekitar lokasi penyisipan.

Memblokir saraf dengan injeksi anestesi lokal, dengan koyo tempel (patch) lidocaine (Lidoderm) atau meminum obat penghilang rasa sakit seringkali dapat meringankan rasa sakit ini. Beritahu penyedia layanan kesehatan anda

jikalau anda merasakan rasa terbakar atau rasa tertusuk atau kulit sensitif yang berlangsung lebih dari satu bulan setelah operasi.

Rasa sakit yang berhubungan dengan terapi radiasi

Kebanyakan orang yang menjalani terapi radiasi untuk kanker payudara mengalami iritasi kulit.

Payudara yang diobati mungkin terasa kasar ketika disentuh, merah (seperti terbakar matahari) dan sedikit bengkak. Terkadang kulit mengelupas, seolah-olah terbakar matahari. Ahli onkologi radiasi anda akan menyarankan krim khusus untuk mengurangi ketidaknyamanan ini.

Kadangkala kulit mengelupas lebih lanjut dan area tersebut menjadi lebih lembek dan sensitif (disebut moist reaction). Ini paling sering terjadi di lipatan kulit dan pada bagian bawah payudara. Jika ini terjadi, beritahu ahli onkologi atau perawat anda. Ia akan memberikan anda krim atau pad (bantalan) untuk membuat daerah tersebut lebih nyaman hingga sembuh.

Anda mungkin juga merasakan rasa sakit pada payudara. Obat ringan penghilang rasa sakit seperti ibuprofen (misalnya Advil atau Motrin), naproxen (contoh Aleve atau Naprosyn) atau acetaminophen (Tylenol) mungkin membantu.

Meskipun anda bisa mendapatkan obat-obatan ini tanpa resep, cek dengan penyedia layanan kesehatan anda sebelum meminumnya. Mungkin ada alasan medis sehingga anda tidak boleh mengkonsumsinya. Sebagai contoh, jika anda memiliki (atau diperkirakan akan memiliki) jumlah darah rendah, penyedia layanan kesehatan anda akan menyarankan anda untuk tidak meminum ibuprofen atau naproxen.

Iritasi kulit dan rasa sakit pada payudara biasanya terjadi dalam waktu beberapa minggu setelah pengobatan dimulai dan hilang dengan sendirinya dalam waktu 6 bulan setelah pengobatan berakhir. Bagi beberapa orang,

bagaimanapun, gejala-gejala ini tidak terjadi hingga beberapa bulan atau tahun setelah pengobatan.

Rasa sakit yang berhubungan dengan kemoterapi

Obat-obatan kemoterapi tertentu (termasuk vinorelbine, cisplatin dan taxanes seperti paclitaxel dan docetaxel) dapat menyebabkan kerusakan saraf pada beberapa orang.

Kerusakan saraf dapat mengakibatkan rasa nyeri terbakar atau tertembak atau mati rasa, biasanya pada jari tangan atau jari kaki (ini disebut peripheral neuropathy atau neuropati perifer).

Beritahu penyedia layanan kesehatan anda apabila anda memiliki rasa sakit seperti ini atau mati rasa. Ia mungkin ingin merubah rencana kemoterapi anda untuk meringankan gejala-gejala ini. Penyedia anda mungkin juga akan meresepkan obat ringan penghilang rasa sakit atau obat-obatan lain untuk meringankan rasa nyeri atau mati rasa.

Walaupun rasa nyeri atau mati rasa selalu hilang setelah kemoterapi berakhir, akan butuh waktu mingguan atau bulanan. Pada beberapa kasus, efek samping ini bertahan.

Penyedia layanan kesehatan anda akan menyesuaikan obat penghilang rasa sakit atau obat-obatan lain jika dibutuhkan untuk meringankan rasa sakit atau mati rasa. Duloxetine adalah satu-satunya obat yang dapat membantu meringankan rasa sakit terbakar atau tertembak dikarenakan obat-obatan kemoterapi cisplatin atau taxane. Namun, ini tidak bekerja untuk kondisi mati rasa yang disebabkan oleh obat-obatan ini.

Jika rasa sakit anda tidak merespon terhadap langkah-langkah ini, penyedia layanan kesehatan anda akan merujuk anda untuk berkonsultasi dengan seorang ahli palliative (PAY-lee-uh-tiv or PAL-ee-ay-tiv) care atau anesthesia pain.

Rasa sakit yang berhubungan dengan limfedema

Nyeri terkait lymphedema (limfedema) setelah pengobatan kanker payudara dapat dihilangkan melalui pengobatan limfedema itu sendiri.

Bila rasa sakit limfedema terus berlanjut, bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan anda tentang meminum obat penghilang rasa sakit ringan seperti ibuprofen (Advil atau Motrin) atau acetaminophen (Tylenol).

Dukungan sosial dan rasa nyeri

Rasa sakit dan nyeri dari pengobatan kanker payudara sulit untuk diterangkan kepada keluarga dan teman. Hal ini dapat menyebabkan perasaan frustasi dan isolasi.

Beberapa orang merasa berbicara dengan seorang konselor atau bergabung dengan suatu support group (kelompok dukungan) bisa membantu mengatasi perasaan-perasaan ini.

Penyedia layanan kesehatan dan Health care palliative care atau pain specialists

Beberapa penyedia layanan kesehatan lebih berpengalaman dalam mengobati rasa sakit dibandingkan lainnya.

Palliative (PAY-lee-uh-tiv or PAL-ee-ay-tiv) care dan pain specialists (dokter, nurse practitioners dan perawat) mengobati rasa sakit dan nyeri dari kanker atau penyebab lainnya. Mereka dapat merawat dan mengobati orang-orang dengan kanker payudara dini serta mereka dengan kanker payudara lanjut.

Spesialis palliative care menolong orang menjaga kualitas hidup terbaik sebisa mungkin. Mereka mendapatkan pelatihan khusus dalam pain management dan symptom management. Mereka dapat menjelaskan beban lawan manfaat dari pengobatan yang berbeda untuk gejala-gejala anda serta untuk pengobatan atau terapi lainnya dalam pengobatan kanker.

Ilmu kedokteran palliative adalah suatu spesialisasi medis, seperti halnya onkologi.

Ahli anestesi nyeri adalah anesthesiologists dengan pelatihan khusus dalam pain management. Mereka adalah ahli dalam prosedur (seperti injeksi) untuk menghilangkan rasa sakit.

Terkadang seorang palliative care atau anesthesia pain specialist merupakan bagian dari tim pengobatan anda. Jika tidak, pastikan untuk meminta ahli onkologi anda referensi ke seorang spesialis bila :

  • Rasa sakit dan nyeri anda tidak terkontrol
  • Anda memiliki efek samping dari obat penghilang rasa sakit
  • Anda ingin mendiskusikan lebih banyak banyak opsi untuk mengelola rasa sakit dan nyeri anda

Ahli onkologi anda biasanya mengikuti rekomendasi spesialis. Jik pengobatan efektif, anda tidak perlu menemui dokter spesialis lagi.

Pertanyaan yang akan ditanyakan penyedia layanan kesehatan anda terkait rasa sakit dan nyeri

  • Dimana rasa sakitnya?
  • Kapan rasa sakit ini dimulai?
  • Berapa lama rasa sakit telah berlangsung?
  • Apakah rasa sakit dan nyeri ini berubah dengan cara apapun?
  • Apakah ada sesuatu yang membuat membuat rasa sakit tersebut semakin parah atau membaik?
  • Berapa kuat rasa sakit tersebut tersebut (ringan, sedang, parah, dsb. atau, dalam skala 0-10)?
  • Apa level rasa sakit anda sekarang? Setiap saat?
  • Jelaskan tentang rasa sakit tersebut (berdenyut, terbakar, kesemutan, tekanan, dsb.).
  • Apakah rasa sakit dan nyeri ini mempengaruhi kemampuan anda untuk melakukan atau menikmati aktivitas harian?
  • Apakah rasa sakit dan nyeri tersebut mengganggu tidur anda? Nafsu makan anda? Apakah berdampak pada suasana hati anda?
  • Menurut anda apa yang menyebabkan rasa sakit ini?
  • Bagaimana perasaan anda terhadap pain control?

Pertanyaan yang diajukan kepada penyedia layanan kesehatan anda terkait rasa sakit dan nyeri anda

  • Apa yang dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit dan nyeri saya?
  • Apa yang dapat kita lakukan apabila obat penghilang rasa sakit tersebut tidak bekerja?
  • Apa saja efek samping dari obat penghilang rasa sakit?
  • Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengelola efek samping ini?
  • Efek samping apa yang perlu saya laporkan kepada anda (penyedia layanan kesehatan)?
  • Opsi lain apa yang sayamiliki untuk mengendalikan rasa sakit?

Sumber : Susan G Komen, 2016.